
Kabupaten Bandung,FCJabar.com Pemerintqh Kabupaten Bandung melaui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, yang di pasilitasi Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Perlindungan Anak Kabupaten Bandung secara resmi membuka kegiatan sosialisasi Pemerdayaan Perempuan usung Tema “Gertaman Pemberdayaan Perempuan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga” yang dilaksanakan organisasi perempuan Kabupaten Bandung bertempat di Gedung Dewi Sartika, Kamis (7/5/2026)
Organisasi perempuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di Kabupaten Bandung yang dihadiri 39 organisasi perempuan .
Dalam kegiatan itu disampaikan bahwa ketidaksetaraan gender masih menjadi salah satu penyebab kemiskinan berkepanjangan. Karena itu, kehadiran organisasi perempuan diharapkan mampu menjadi solusi konkret melalui berbagai program pemberdayaan yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, H.Emma Dety Permanawati mengatakan, program Gertaman merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan yang mendapat dukungan penuh dari Bupati Bandung Dadang Supriatna agar ketahanan pangan keluarga tetap terjaga.
“Maka dari itu peran organisasi perempuan untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman serta pengetahuan, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan bersama,” ujarnya.
Emma berharap setelah sosialisasi ini dilaksanakan, seluruh organisasi perempuan dapat segera melakukan tindak nyata dan aksi lapangan dengan menanam tanaman pangan di halaman rumah masing-masing sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bandung, Mulja Munadjat mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak-hakperempuan dan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendorong peran aktif organisasi perempuan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kabupaten Bandung.Tutupnya .***(IC)
Editor: iceu
