
KABUPATEN BANDUNG, FCJabar.com – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menggelar Festival Aspirasi dengan tema “Kopi Sebagai Tanaman Pangan, Konservasi dan Industri” di Sarajiwa Ballroom, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara legislator, pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga petani kopi untuk memperkuat ekosistem kopi di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung.
Hadir dalam acara tersebut Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si, H. Gungun selaku Ketua MPD, Agus Setiawan, Camat Nardi para pimpinan Bank, Kadisbud Kabupaten Bandung, perwakilan Bupati Bandung, para pengusaha kopi, petani kopi se-Kabupaten Bandung, serta perwakilan dari partai politik lainnya.

Petani Jadi Kunci Kopi Terbaik Dunia
Dalam sambutannya, Ahmad Heryawan menegaskan bahwa petani kopi di Kabupaten Bandung adalah ujung tombak untuk menjadikan kopi Indonesia mendunia.
“Saya sarankan petani kopi yang berada di Kabupaten Bandung ini adalah sumber penggerak agar kopi kita bisa menjadi yang terbaik di seluruh dunia. Ini momentum kita untuk menjadikan kopi terbaik,” kata Aher.
Ia meminta pemerintah daerah bersama stakeholder terkait untuk benar-benar memperhatikan dan memelihara komoditas kopi di Kabupaten Bandung. Menurutnya, pengembangan harus dimulai dari aspirasi para petani di lapangan.
“Pemerintah daerah menghimbau kepada para petani kopi supaya benar-benar terpelihara di Kabupaten Bandung. Penanaman kopi harus lebih baik lagi dan dikembangkan berdasarkan aspirasi,” ujarnya.
Kopi untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Petani
Selain aspek ekonomi, Aher juga menyoroti manfaat kopi bagi kesehatan. Ia menyebut minum kopi memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi dengan bijak.
“Intinya minum kopi itu bisa menyehatkan tubuh kita. Cara menyeduhnya juga bisa berbagai macam cara. Ada yang diseduh panas, dingin, dengan gula, tanpa gula,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar kopi menjadi sumber keuntungan nyata bagi petani. Aher menargetkan ada peningkatan pendapatan dari sektor kopi.
“Kopi adalah salah satu keuntungan untuk para petani. Harus ada target, misalnya 5 juta per tahun untuk menanamnya. Kopi Kabupaten Bandung harus menjadi kopi yang kuantitasnya meningkat tapi tetap berkualitas,” pungkasnya.
Dukungan Lintas Sektor
Festival ini juga dihadiri unsur perbankan yang diharapkan dapat memberikan akses permodalan bagi petani dan UMKM kopi. Kehadiran Kadisbud dan pengusaha kopi menunjukkan komitmen untuk mengangkat kopi sebagai bagian dari budaya dan industri kreatif daerah.
Para petani yang hadir menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari bantuan bibit unggul, pelatihan pasca panen, hingga akses pasar dan sertifikasi produk.
Dengan adanya Festival Aspirasi ini, BAM DPR RI berharap kebijakan terkait kopi ke depan bisa lebih berpihak kepada petani, sekaligus menjadikan kopi Kabupaten Bandung sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Editor : Indra Fuji Priatna
