Rumah Zakat Salurkan Modal BUMMas untuk Ma Tati, Janda Penjual Makanan Anak di Sekolah


Mekarsari, FCjabar.com  — Haru, sedih, sekaligus bahagia bercampur menjadi satu ketika Ma Tati, seorang janda yang sehari-hari berjualan makanan untuk anak-anak, menerima bantuan modal usaha dari Rumah Zakat melalui program Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) 18 September 2026.


Ma Tati merupakan salah satu penerima manfaat program BUMMas yang tinggal di Kampung Cigoong RW 05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang menyambangi tempat Ma Tati menjalankan usaha kecilnya.
Di tengah keterbatasan, Ma Tati tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan makanan yang banyak diminati anak-anak di lingkungan sekitar. Usaha sederhana tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan untuk menopang kehidupan keluarganya.


Kehadiran program BUMMas menjadi angin segar bagi Ma Tati. Tambahan modal yang diterimanya diharapkan dapat membantu menambah ketersediaan barang dagangan sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan.
Saat menerima bantuan, Ma Tati tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Bantuan tersebut bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan yang membuat dirinya merasa tidak berjalan sendirian dalam menjalankan usaha.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur yang telah memberikan bantuan modal kepada saya. Semoga bantuan ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha dan menambah penghasilan,” ungkap Ma Tati.


Ia berharap usaha yang selama ini dijalankannya dapat semakin berkembang setelah memperoleh tambahan modal. Dengan bertambahnya modal usaha, Ma Tati ingin meningkatkan jumlah dan variasi makanan yang dijual sehingga penghasilannya pun dapat ikut bertambah.
Bagi Rumah Zakat, program BUMMas merupakan salah satu ikhtiar pemberdayaan masyarakat melalui dukungan terhadap usaha ekonomi warga. Bantuan modal diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kisah Ma Tati menjadi gambaran bahwa dukungan sederhana dapat menghadirkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Di balik lapak sederhana dan dagangan yang dijajakan setiap hari, terdapat perjuangan seorang perempuan untuk terus bertahan, bekerja, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Melalui program pemberdayaan seperti BUMMas, Rumah Zakat terus mendorong agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk tumbuh secara ekonomi, sehingga bantuan yang diberikan dapat menjadi modal menuju kemandirian.

Editor : Indra puji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *