
BANDUN,FCJabar.com. Hasil survei yang dipaparkan Prof. Dr. Udin mengungkap tantangan serius dalam penguasaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di kalangan peserta didik di Kabupaten Bandung.
Tingkat keberhasilan pendidikan BTQ bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tercatat baru mencapai 23,8 persen.
Angka tersebut menjadi gambaran penting sekaligus pijakan untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda.
Kondisi ini juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas para pengajar agar proses pembelajaran BTQ dapat berlangsung secara lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Merespons hasil survei tersebut, Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung (PGN-KB) mengambil langkah konkret dengan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru ngaji di Kabupaten Bandung.
Ketua PGN-KB, H. Uya Mulyana, mengatakan bimtek tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan kepada para guru ngaji mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an yang baik, efektif, dan aplikatif.
Dengan penguatan metode mengajar, para guru ngaji diharapkan mampu membantu peserta didik meningkatkan kemampuan membaca sekaligus menulis Al-Qur’an secara lebih cepat dan optimal.
“Bimtek ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk meningkatkan kompetensi guru ngaji, sehingga pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat dapat semakin berkualitas dan memberikan hasil yang nyata bagi anak-anak,” ujar H. Uya Mulyana.
Kegiatan bimtek mulai dilaksanakan Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Gedung Moch. Toha, Kabupaten Bandung. Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bandung, kegiatan tersebut melibatkan perwakilan guru ngaji dari berbagai desa.
Dari sekitar 280 desa, masing-masing desa mengirimkan dua orang guru ngaji sebagai peserta utama. Dengan demikian, jumlah peserta mencapai lebih dari 500 orang. Jika ditambah dengan unsur pengurus dan pihak terkait, total peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 600 orang.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan efektif, pelaksanaan bimtek dibagi selama tiga hari dengan jumlah peserta sekitar 200 orang setiap harinya.
Para peserta memperoleh pembekalan terkait metode pembelajaran Al-Qur’an dan pendidikan akhlak.
Materi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para guru dalam mengajarkan BTQ, tetapi juga memperkuat peran guru ngaji dalam membangun karakter dan akhlak peserta didik.
Melalui kegiatan ini, PGN-KB berharap peningkatan kapasitas guru ngaji dapat menjadi bagian dari langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Bandung.
Dengan semakin kuatnya kompetensi para pengajar, pembelajaran BTQ diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan merata, sekaligus menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda Kabupaten Bandung yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an serta karakter dan akhlak yang baik.***(Iceu)
