Pangalengan, FCJabar.com, 5 Oktober 2026 — Ada tempat yang bukan sekadar bangunan. Ia menjadi saksi perjalanan hidup, tempat doa dipanjatkan, tempat anak-anak belajar mengenal agama, sekaligus ruang yang menyimpan begitu banyak kenangan. Itulah gambaran Masjid Baeturahmah di Kampung Loskulalet RT 07/RW 07, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Masjid yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tersebut kini kembali bergeliat. Setiap kali waktu salat tiba, jamaah berdatangan memenuhi ruang utama masjid. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, kepadatan jamaah membuat sebagian warga harus melaksanakan salat hingga ke bagian luar ruangan.
Kondisi tersebut menjadi gambaran betapa kuatnya ikatan masyarakat Loskulalet dengan Masjid Baeturahmah yang telah menemani perjalanan kehidupan warga selama bertahun-tahun.
Di tengah semangat masyarakat untuk menghadirkan sarana ibadah yang lebih layak dan nyaman, pembangunan dan pembenahan masjid terus dilakukan. Ikhtiar tersebut tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari semangat gotong royong masyarakat serta dukungan para dermawan yang turut mengambil bagian dalam amal kebajikan.
Warga menyumbangkan apa yang mereka mampu. Ada yang memberikan harta, tenaga, waktu, pemikiran hingga gagasan. Sementara dukungan dari para donatur turut memperkuat proses pembangunan masjid agar dapat terus berjalan.
Salah satu dukungan datang dari CV Putri Jaya Tomatos, yang turut berkontribusi melalui bantuan untuk mendukung pembangunan Masjid Baeturahmah.

Tokoh masyarakat RW 07 menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan para donatur yang telah ikut mengambil bagian dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan masjid bukan hanya tentang memperbaiki sebuah bangunan, tetapi juga menjaga keberlangsungan tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah dan kenangan bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyumbangkan harta, tenaga maupun pemikiran. Terima kasih juga kepada para dermawan dan donatur, khususnya CV Putri Jaya Tomatos, yang telah memberikan dukungan untuk pembangunan masjid ini,” ungkap tokoh RW 07.
Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi keberlangsungan pembangunan Masjid Baeturahmah.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian sederhana. Ketika warga bergerak bersama, keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi alasan untuk saling menguatkan.
Masjid tua yang dahulu menjadi saksi perjalanan generasi demi generasi itu kini kembali menatap masa depan. Bukan hanya sebagai tempat menunaikan salat, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat ukhuwah, mendidik anak-anak, menghidupkan kegiatan keagamaan, serta menjadi pusat kebaikan bagi masyarakat.

Pembangunan Masjid Baeturahmah menjadi pengingat bahwa rumah ibadah bukan hanya dibangun dengan material berupa semen, pasir dan batu. Di dalamnya terdapat gotong royong, keikhlasan, doa, pengorbanan dan harapan.
Dari Kampung Loskulalet, sebuah pesan sederhana kembali menggema: ketika masyarakat bersatu dalam kebaikan, sebuah masjid tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi tumbuh menjadi rumah bersama yang menyimpan sejuta kenangan dan melahirkan sejuta harapan.










