Rumah Zakat Dorong Pedagang Keliling Naik Kelas Lewat Modal Usaha BUMMas


Mekarsari, FCjabar.com — Harapan untuk mengembangkan usaha kembali tumbuh bagi Deden Melon (48), warga Kampung Cigoong RW 05, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Sehari-hari, Deden menggantungkan penghasilan dari berjualan buah-buahan secara keliling.
Deden menjadi salah satu penerima manfaat program modal usaha BUMMas (Badan Usaha Milik Masyarakat) Rumah Zakat, yang menyasar pelaku usaha kecil di lingkungan masyarakat, termasuk pedagang keliling.


Bagi Deden, aktivitas berjualan buah bukan sekadar mencari keuntungan. Setiap hari ia berkeliling menawarkan dagangannya dan kerap mangkal di sekitar sekolah-sekolah untuk menjangkau para pembeli 18/9/2026.


Namun, keterbatasan modal menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan usaha. Kondisi tersebut membuat bantuan modal usaha menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan sekaligus pengembangan usahanya.
Usai menerima bantuan, Deden mengaku senang dan bersyukur. Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah kemampuan permodalan sehingga ia bisa menambah atau memperbarui stok buah yang dijual serta menjaga perputaran usahanya.


“Alhamdulillah, saya sangat senang mendapatkan bantuan modal usaha ini. Mudah-mudahan bisa membantu mengembangkan usaha dan menambah penghasilan untuk kebutuhan keluarga,” ungkap Deden.
Program modal usaha BUMMas Rumah Zakat hadir sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk modal, tetapi diharapkan menjadi pemantik agar penerima manfaat dapat terus menjalankan usaha secara mandiri dan berkembang secara bertahap.


Bagi pedagang kecil seperti Deden, tambahan modal mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik gerobak dan dagangan yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, ada ikhtiar untuk mempertahankan kehidupan dan membangun masa depan keluarga.
Melalui program pemberdayaan tersebut, Rumah Zakat terus mendorong penerima manfaat agar memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta perlahan membangun kemandirian ekonomi.

Editor : Indra puji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *